Jumat, 25 Mei 2012

like a train


Cinta...
Buat gue, cinta itu absurd. Kebanyakan orang mungkin dengan mudah dapat mengungkapkan perasaannya, tapi untuk sebagian orang sulit untuk mengungkapkannya. Cinta juga ga kenal logika dan rasional, kepada siapapun perasaan ini memilih cintanya, maka ga akan pernah mengenal alasannya.

Tapi... Ketika kita sudah mengenal rasa cinta, ada sesuatu yang jelas sangat berbeda dari biasanya, bahkan sesuatu yang ga pernah kita lakukan sebelumnya akan kita lakukan demi cinta itu. Apapun bakal dilakukan, demi orang yang kita cintai dapat melihat cinta ini. Sampai terkadang kita lupa jati diri kita yang sesungguhnya.

Cinta itu... 
Seperti kereta, yang hanya bisa berjalan pada satu lintasan dan ga pernah jalan mundur.  Seperti halnya cinta, hanya bisa berjalan pada satu orang dan ketika kita menjalaninya takkan pernah kita mau melangkah mundur. Cinta sama halnya dengan kereta yang selalu berhenti di setiap stasiun untuk menurunkan penumpangnya, begitupun cinta, ga selamanya dapat dipertahankan. Terkadang kita harus melepaskan orang yang kita cintai demi kebaikan cinta itu sendiri, dan cinta yang barupun siap untuk melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya sampai pada statiun terakhir dari perjalanan yang di tempuh. Kehidupan bersama seseorang yang kita cintai, untuk berjanji sehidup semati, berbagi kasih dan sayang, membangun rumah impian yang didalamnya terdapat peri-peri kecil yang meramaikan rumah itu, hiduup untuk menua bersama, hingga jiwa dan raga menunggal tak terpisahkan.

Itulah cinta. Terkadang tak pernah bisa dijelaskan awal dan akhirnya. Yang kita ketahui adalah bagaiamana caranya untuk dapat mempertahankan segalanya yang telah dibangun oleh cinta. Dan dapat melewati segala rintangan yang menghadang. Semakin kuat cinta yang kita miliki, maka akan semakin banyak cobaan dan rintangan yang ada dihadapan, baik yang terlihat maupun yang tak terlihat. Jika kita berhasil melewati semua rintangan itu, maka tak dapat diragukan lagi, itulah yang disebut....
cinta sejati.